Gimbal

Rambut gimbal adalah bentuk yang menyedihkan dari gaya rambut manusia. Masih banyak sebenarnya gaya yang lebih manusiawi, indah, dan tak kusut. Tapi gimbal bukan sekedar gaya, mungkin sebuah cerita. Gimbal bercerita tentang semangat perbedaan yang memungkinkan pemiliknya memiliki ciri yang jauh berbeda dari kebanyakan orang berambut normal.

Gimbal mungkin identik dengan kemiskinan atau ketidakwarasan. Mungkin benar, meski belum tentu. Gimbal adalah sejarah tentang Afrika. Orang-orang Afrika berkulit hitam lebih sering hidup dalam bayang-bayang penindasan, bahkan ketika berada dalam wilayah yang mereka anggap tanah air mereka. Keberadaan orang-orang Afrika ini kemudian menjadi semacam sarana eksploitasi bagi orang-orang yang menginginkan imperialisme dan kolonialisme.

Sejarah kemudian menuliskan tentang sebuah kisah getir di Jamaika dimana banyak orang-orang asal Afrika hidup. Termasuk Bob Marley yang memperkenalkan rambut gimbal lebih luas lagi ke seluruh dunia melalui ketenarannya. Keputusan Marley menggimbal rambut tak hanya sekedar sebagai gaya, tapi juga konsekuensi akan keputusannya memeluk rastafarian sebagai kepercayaannya. Sebuah aliran kepercayaan asal Afrika yang menyuruh pengikutnya menggimbal rambut disamping ritual lain yang tak kalah terkenal, menghisap ganja. Aliran ini memang sangat dekat dengan nuansa alami, termasuk gimbal yang dirasa alami karena memang dibentuk apa adanya. Mengusut dan terikat silang dengan sendirinya.

Versi lain di Jamaika adalah tentang Marcus Garvey, orang yang mendirikan gerakan Back to Africa. Sebuah gerakan kembali ke tanah asal akibat kekecewaan akan kolonialisme yang memberatkan kehidupan imigran Afrika. Ia dengan lantang kemudian memerintahkan seluruh pengikut gerakan dan simpatisan untuk menggimbal rambut. Alasannya adalah untuk membedakan diri dengan orang kulit putih yang menjajah mereka. Mereka tidak ingin sama dengan orang kulit putih yang mereka anggap jahat dan tidak berprikemanusiaan.

Jelas kemudian bahwa gimbal bukan hanya sekedar gaya rambut yang identik dengan orang gila atau musisi reggae pengikut Marley. Gimbal punya cerita yang lebih dari sekedar itu. Cerita tentang kedekatan dengan alam dan proses alamiah, cerita tentang pembentukan ciri, dan juga cerita tentang kebanggaan kaum kulit hitam.

Bagaimanapun gimbal harus disikapi dengan kritis pula. Penelitian medis menuliskan gimbal tidak baik bagi fungsi otak. Tapi gimbal tetaplah warna warni kehidupan yang unik, yang membuat hidup tidak membosankan. Orang-orang yang menganggap dirinya bersih patut mencermati gimbal tak hanya dari sisi yang menjijikkan tapi dari sisi yang cerah, dimana gimbal menawakan nilai-nilai hidup yang tak hanya sekedar kemewahan, uang, atau kekuasaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s