Sendiri

Di dalam susunan hidupku yang tak beraturan

Di tengah kekosongan jiwa yang padam begitu lama

Di hamparan langit sore tak bernyawa yang mewarnai tatapan di depan mataku

Aku merasakan aku butuh sebuah perjalanan

Bukan hanya perjalanan aku butuh pertualangan

Jiwaku yang sedang terbakar-bakar butuh penyaluran yang tepat bernama keliaran

Aku sepertinya mulai tertarik dengan kasarnya kehidupan jalanan yang kotor apa adanya

Juga terhadap semak belukar yang mencakar-cakar pendakian gunung yang biru

Aku pun beroleh kebahagiaan tatkala terik matahari pantai yang panas seakan menampar kulitku

Aku lelah dengan kehidupan yang ini-ini saja

Stereotip kehidupan yang terbangun oleh orang-orang yang aku rasa memandang hidup dari sudut yang sama sekali berbeda

Tatanan kehidupan yang berpusat pada angka-angka mati dan kepingan logam emas

Hidup yang tak pernah lepas dan selalu berpura-pura

Dalam putaran kehidupan yang semakin keras dan tak lagi manusiawi aku berpikir untuk kembali

Kembali ke sejarah

Dimana aku anggap pendahulu kita merasakan gelora kehidupan yang benar-benar diterangi damai dan sukacita yang penuh gairah

Dimana tak ada jalan beraspal apalagi bising kendaraan dan asap diatasnya

Tak ada rumah yang didesain demi sebuah status sosial

Tak ada gedung-gedung tempat orang berbohong dan menikam sesamanya dari belakang

Tak ada keserakahan atas dasar materi yang seolah-olah tak lagi terelakkan hari ini

Kehidupan masa lalu yang primitif dan apa adanya sangat berbeda

Meski aku tak pernah mencicipinya tapi setiap orang butuh merasakannya

Tak perlu ada tekanan sosial berlebihan, yang kita butuhkan hanyalah kepedulian murni untuk sesama

Hidup di jalanan, berjalan dan berinteraksi dengan orang asing yang terasing sungguh menggugah

Menyisir setiap tempat yang bisa disinggahi

Mencium atmosfir yang berbeda setiap hari

Melihat matahari yang sama dalam sudut yang berbeda setiap pagi

Bertemu orang-orang yang berbicara dengan simbol yang berbeda

Mengasihani kehidupan orang di tempat lain seraya kita mengasihani kehidupan sendiri

Naik ke puncak gunung tertinggi dan berenang di tengah ombak pantai yang berayun lembut merayu

Aku pernah menjalani perjalanan singkat yang sempit tapi jauh

Jauh dari teman dan keluarga, seorang diri: hanya aku dan orang asing

Kebahagiaan memang lebih menyejukkan apabila bergandeng tangan bersama orang terkasih

Namun sebuah kehidupan yang dijalani seorang diri juga menyajikan sesuatu yang berbeda

Berbeda dari yang sehari-hari kita alami

Orang banyak menganggap berkelana sendirian adalah kegilaan yang sangat aneh

Tapi aku menganggapnya sebagai upaya menyentuh hidup dengan tangan yang lebih tulus dan bersyukur

Bersyukur atas karunia bernama hidup, atas apa Yang Maha berikan

Bersyukur atas orang-orang dekat yang kita sebut keluarga dan teman

Bersyukur atas segala fasilitas apapun yang masih bisa kita sandang

Bersyukur karena kita lebih beruntung dari orang-orang miskin yang tak punya apa-apa

Lebih beruntung dari orang-orang yang benar-benar seorang diri, tak punya siapapun

Lebih beruntung dari orang-orang gila yang terpukul akibat kehidupan yang mereka anggap salah

Aku telah menyelesaikan bagian pertama yang singkat dan tak sabar memulai bagian kedua

Bagian-bagian dari obsesi besarku menantang dunia, berjalan dengan kedua kakiku, seorang diri

Melihat sisi-sisi lain dari dunia milik orang lain yang selama ini tertutup kesibukan dan rutinitas yang aku sendiri tak tahu arti dan gunanya

Sebuah perjalanan yang tak membutuhkan rencana

Perjalanan yang dituntun oleh hembusan angin dan cahaya matahari

Perjalanan yang menyajikan keajaiban di depan mata

Perjalanan yang bergairah yang mungkin bisa mematikan

Perjalanan seorang diri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s